Penguatan Kapasitas Ibu Balita Melalui Edukasi Pemberian Makanan Tambahan di Posyandu Gampong Suak Ribee

Authors

Keywords:

edukasi, ibu balita, pencegahan stunting, pemberian makanan tambahan

Abstract

Stunting masih menjadi permasalahan gizi kronis pada balita yang berdampak terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi dan pemberian makanan tambahan (PMT) bergizi tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita serta memperkenalkan PMT berbasis pangan lokal berupa abon hati ayam sebagai sumber zat besi dalam upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Post 2 Mekar Gampong Suak Ribee dengan sasaran ibu yang memiliki balita. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi pembuatan abon hati ayam, serta pemberian PMT kepada balita. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu balita mengenai pentingnya PMT dan pencegahan stunting, serta penerimaan yang baik terhadap abon hati ayam sebagai alternatif makanan tambahan bergizi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu strategi berbasis masyarakat dalam pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal yang mudah diakses dan bernilai gizi tinggi.

References

Dalimunthe, N. K., Ekayanti, I., & Dwiriani, C. M. (2022). Prevalence and Risk Factors of Inadequate Micronutrient Intake among Children Aged 6-23 Months in Indonesia.

Elya Sugianti Cakrawala. (2017). Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) pada Balita Kurang Gizi di Kabupaten Tuban. 11 (2), 217-224.

Hidayah, N., & Marwan, M. (2020). Upaya pemberdayaan masyarakat dalam menciptakan generasi milenial sadar gizi yang bebas stunting melalui kegiatan 1000 HPK. Journal of Community Engagement in Health, 3(1), 86-93.

Iskandar. (2017). Pengaruh pemberian makanan tambahan modifikasi terhadap status pada balita. AcTion: Aceh Nutrition Journal 2 (2), 120-125

Komalasari, K., Supriati, E., Sanjaya, R., & Ifayanti, H. (2020). Faktor-faktor penyebab kejadian stunting pada balita. Majalah Kesehatan Indonesia, 1(2), 51-56.

Putri Apriyani, Arif Rinaldi Dikananda, Irfan Ali. (2023). Penerapan Algoritma K-Means dalam Klasterisasi Kasus Stunting Balita Desa Tegalwangi. Jurnal Ilmu Komputer 2 (1), 20-23.

Radix, I., Vadivel, V., Nohr, D., & Biesalski, H. K. (2012). Dietary formulation to overcome micronutrient deficiency status in Indonesia. Nutrition & Food Science, 42(5), 362–370.

Santosa, H., Handayani, N. A., Nuraamelia, C., & Sukma, N. T. (2016). Pemanfaatan hati ayam sebagai fortifikator zat besi dalam bubur bayi instan berbahan dasar ubi jalar ungu.Inovasi Teknik Kimia.

Tripuspita, S. I. F., & Sihidi, I. T. (2024). Analisis Implementasi Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Penanggulangan Stunting di Kabupaten Probolinggo. Jurnal Kebijakan Pembangunan, 19(1), 27-42.

Yuni Khoirul Waroh (2019). Pemberian makanan tambahan sebagai upaya penanganan stunting pada balita di Indonesia 11 (1), 47-54, 2019

Published

2026-02-28

How to Cite

Harahap, L. A. H., Saputra, F. F., Syam, N., Fanany, I., Paradhiba, M., Rimonda, R., Wardhani, E. F. K., Muhsin, S. W., & Rahma, C. (2026). Penguatan Kapasitas Ibu Balita Melalui Edukasi Pemberian Makanan Tambahan di Posyandu Gampong Suak Ribee. Jurnal Pengabdian Mitra Indonesia, 2(1), 38-46. https://journal.mitraakademia.or.id/index.php/jpmina/article/view/26