Efektivitas Edukasi Interaktif terhadap Peningkatan Pengetahuan Pencegahan Tuberkulosis pada Siswa SMP Negeri 3 Meulaboh
Kata Kunci:
Education, Knowledge, Tb, StudentAbstrak
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian yang terus meningkat, termasuk di Provinsi Aceh. Remaja sekolah merupakan kelompok penting dalam upaya promotif dan preventif karena tingginya interaksi sosial di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan Tuberkulosis (TBC) melalui edukasi interaktif di SMP Negeri 3 Meulaboh. Metode kegiatan menggunakan desain one group pretest-posttest yang dilaksanakan pada 33 siswa kelas IX SMP Negeri 3 Meulaboh. Edukasi diberikan menggunakan media PowerPoint interaktif, diskusi, dan kuis edukatif. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test berisi 10 pertanyaan terkait TBC. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan siswa dari 46,67 sebelum edukasi menjadi 73,33 setelah edukasi. Sebanyak 79% siswa mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti kegiatan. Penggunaan media interaktif dan pemberian reward mampu meningkatkan partisipasi aktif siswa selama proses edukasi berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berbasis interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan Tuberkulosis. Program edukasi kesehatan di sekolah perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya mendukung target eliminasi TBC tahun 2030
Referensi
Aulia Tsarwah, A. S., & Batara, A. S. (2020). Implementasi strategi penemuan kasus tuberkulosis berbasis masyarakat. Window of Public Health Journal, 1(2), 98–110.
Darmanto, A. G., Effendy, L., Yuwono, N., & Rachman, M. J. (2025). Intervensi Edukasi Kesehatan tentang Tuberkulosis Meningkatkan Pengetahuan Siswa SMK di Surabaya. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 9(3), 607–618. https://doi.org/10.29407/ja.v9i3.25804
Kemenkes RI. (2024). Profil dan Situasi Tuberkulosis di Indonesia Tahun 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Kurniadi, M. L., Kawiyanto, J., Mangunwijaya, P. K., & Kefarmasian, P. (2024). Edukasi kesehatan tentang tuberkulosis pada remaja sekolah. Jurnal Ilmiah Farmasi Terapan dan Kesehatan, 2(2), 31–38.
Mulya, F. (2023). Analisis program penanggulangan TBC di Indonesia dalam upaya pencapaian target eliminasi TBC tahun 2030. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 1(1), 1–22.
Rahmawati, N., Yulanda, N. A., Ligita, T., Heriye, Ghifari, M. I., Puspita, A. M., & Aliviah. (2023). Edukasi Tentang Pencegahan Penularan Tb Pada Anak Dengan Si “Comel.” Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti, 4(3), 501–509. https://doi.org/10.38048/jailcb.v4i3.1786
Rifka Alkhilyatul Ma’rifat, I Made Suraharta, I. I. J. (2024). Pengaruh Edukasi Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan TEntang Kesehatan Mental. 2, 306–312.
Rinaldi, R., & Indra, S. (2023). Edukasi Pencegahan Tb Paru Pada Remaja Di Smk Kesehatan Kader Bangsa Palembang. Jurnal ADAM : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 13–16. https://doi.org/10.37081/adam.v2i1.1329
Sabneno, A. S., Pay, H. P., Faot, M. I., AndrianusArkian, T., Mokola, R., & Weraman, P. (2025). Peran Edukasi dalam Pencegahan Penyebaran Tuberkulosis di Sekolah. 5, 1133–1141.
Widyawati, M. (2021). Sekolah harus berperan dalam pencegahan penularan TBC. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
World Health Organization. (2023). Global Tuberculosis Report 2023. Geneva: WHO.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Jurnal Pengabdian Mitra Indonesia

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





